Vaksin Covid-19 Yang Di Tetapkan Berdasarkan Keputusan Kemenkes

Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 Yang Di Tetapkan Berdasarkan Keputusan Kemenkes

Pemerintah melalui kementrian kesehatan (Kemenkes) telah menetapkan enam vaksin Covid-19 yang akan masuk dan digunakan di Indonesia ini tertuang di dalam keputusan Menteri Kesehatan nomor 9860 tahun 2020.

Enam Jenis Vaksin Corona (Covid-19) Yang Di Tetapkan Berdasarkan Keputusan Kemenkes

  • Bio Farma
  • AztraZeneca
  • China National Pharmaceutical Corporation (Sinopharm)
  • Moderna
  • Pfizer Inc and Biontech
  • Sinovac Biotech Ltd

Vaksin COVID-19 ini baru akan bisa digunakan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pengadaan vaksin dalam program vaksinasi ini akan dilakukan oleh Menteri Kesehatan, Dan untuk kebutuhan pelaksanaan vaksinasi mandiri akan dilakukan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Berikut penjelasan singkat mengenai Covid-19 yang telah di tetapkan.

  1. Bio Farma (Persero)

PT Bio Farma (Persero) merupakan produsen vaksin virus corona dalam negeri. Ada dua jalur yang yang ditempuh pemerintah untuk pengadaan vaksin.

  • Pertama, pemerintah melalui Bio Farma menjalin kerja sama dengan perusahaan vaksin asal China, Sinovac Biotech.
  • Kedua, mengadakan vaksin dalam negeri yang disebut vaksin Merah Putih. Vaksin tersebut merupakan kerja sama antara Bio Farma dan Lembaga Eijkman Institute.

Vaksin Merah Putih Menggunakan protein rekombinan, DNA, dan RNA dalam pengembangannya.

Dilansir Kompas.com, 28 November 2020, Sekretaris Perusahaan Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan sebanyak 1.620 relawan uji klinis tahap tiga vaksin Sinovac telah disuntik. Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut pihaknya telah menerima 95 persen persyaratan mutu bakal vaksin Sinovac.

Namun, BPOM saat ini masih menanti hasil dari uji klinis tahap ketiga vaksin tersebut. Sementara terkait dengan vaksin Merah Putih, Kompas.com pada 18 November 2020 memberitakan, pemerintah berharap dapat selesai pada akhir 2021.

  1. AztraZeneca

AstraZeneca dan Universitas Oxford menunjukkan vaksin virus corona dengan merk dagang AZD1222 ditemukan oleh Universitas Oxford bersama Vaccitech, Vaksin asal Inggris ini tercatat oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasuki studi uji klinis fase 3.

produksinya memiliki keefektifan rata-rata 70 persen. Mengutip BBC, Rabu (2/12/2020), data menunjukkan vaksin virus corona dari AstraZeneca menunjukkan respons imun yang kuat pada orang tua.

Saat ini uji coba pada 20.000 sukarelawan masih berlanjut. Vaksin AstraZeneca dianggap mudah didistribusikan karena tidak perlu disimpan pada suhu yang sangat dingin. Vaksin dibuat dari versi lemah virus flu biasa dari simpanse yang telah dimodifikasi agar tidak tumbuh pada manusia.

  1. China National Pharmaceutical Corporation (Sinopharm)

Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm menggunakan virus tidak aktif tidak dapat mereplikasi dalam sel manusia untuk memicu respons kekebalan tubuh.

Vaksin ini sedang menjalani uji klinis Fase 3 di luar negeri yang telah merekrut hampir 60.000 orang, dan sampel darah lebih dari 40.000 peserta telah diambil 14 hari setelah mereka mengambil dosis kedua.

  1. Moderna

Moderna mengumumkan telah mengajukan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

Dikutip dari laman resmi Modernatx.com, berdasarkan 95 kasus, di mana 90 kasus Covid-19 diamati dalam kelompok plasebo versus 5 kasus yang diamati di kelompok mRNA-1273, menghasilkan perkiraan titik kemanjuran vaksin sebesar 94,5 persen.

  1. Pfizer Inc and Biontech

Vaksin Pfizer and BioNTech memiliki kemanjuran hampir 95 persen. Vaksin ini telah diotorisasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk Otorisasi Penggunaan Darurat (EUA).

Vaksin ini menunjukkan BNT162b2 menjadi 95 persen efektif melawan Covid-19 mulai 28 hari setelah dosis pertama. Dengan 170 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dievaluasi, dengan 162 diamati dalam kelompok plasebo versus 8 dalam kelompok vaksin. Vaksin ini telah konsisten di seluruh usia, jenis kelamin, ras dan demografi etnis yang diamati pada orang dewasa di atas 65 tahun lebih dari 94 persen.

  1. Sinovac Biotech Ltd

Sinovac Biotech Mengeluarkan vaksin dengan nama kandidat CoronaVac. Vaksin ini memakai versi non-infeksi dari virus corona untuk memicu respon imun. Pada 17 November, hasil uji coba awal Sinovac yang terbit di The Lancet disebutkan vaksin aman, tapi hanya menghasilkan respon imun yang moderat dengan tingkat antibodi tak lebih tinggi dari antibodi yang dihasilkan oleh pasien yang pulih dari Covid-19. CoronaVac saat ini memasuki uji coba fase 3.

Sinovac melakukan uji coba terhadap vaksin buatannya di Brasil, Indonesia, hingga Bangladesh. Hasil awal, sebagaimana yang terbit di Science, pada monyet menunjukkan vaksin menghasilkan antibodi yang menetralkan 10 galur Sars-coV-2.

Source:

  • Kompas.com
  • Freepik.com
  • BBC.com

Baca:  Ketahui Perawatan Kulit Ibu Hamil yang Aman

The post Vaksin Covid-19 Yang Di Tetapkan Berdasarkan Keputusan Kemenkes appeared first on HubSehat.